Gamble(2013) mengungkapan beberapa hal yang membuat pelayanan kesehatan berbeda dari industri lain dan alasannya. "Profitability" is a dirty word in healthcare . Ada cukup banyak kepekaan seputar konsep bisnis dalam pelayanan kesehatan. Kebanyakan dokter menolak gagasan untuk memanggil pasien "konsumen," di mana banyak bisnis lain yang membanggakan diri dalam menguasai layanan pelanggan. Macabentamenekankan bahwa lima kelompok utama Amerika keturunan Asia memiliki ciri - ciri pasar tersendiri yang sangat spesifik, berbicara dengan bahasa yang berbeda, mengkonsumsi makan yang berbeda, menganut agama yang berbeda, dan mewakili budaya nasional yang sangat berbeda. Program Studi Teknik Industri UWP 37 Buku Ajar manajemen pemasaran PerbedaanIndustri Asuransi Dan Industri Lainnya. Perbedaan antara perusahaan dan industri Pengertian atau definisi Perusahaan ialah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi barang atau jasa. Unsur yang ketiga ini meliputi antara lain : benda, beserta hak dan atau kepentingan yang melekat pada benda tersebut, hal yang terkait Soal2 Tugas Manajemen Resiko dan Asuransi. 2. Industri asuransi memiliki karakteristik yang berbeda dengan industri lainnya. Salah satu yang membedakan adalah dalam hal menentukan tarif. Pada saat menentukan tarif, sebaiknya harus memperhatikan faktor-faktor agar diperoleh tarif ideal. Jelaskan perbedaan tersebut. Jawaban Adapun peraturan perundang-undangan yang terkait dengan industri asuransi adalah: a. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian. b. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1992 tentang Usaha. Perasuransian sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Industriasuransi memiliki karakteristik yang berbeda dengan industri lainnya. Salah satu yang membedakan adalah dalam ham menentukan tarif. Pada saat menentukan tarif, sebaiknya harus memperhatikan beberapa faktor-faktor agar diperoleh tarif ideal. a. Jelaskan perbedaan tersebut. streamH‰"U]o›0 }ϯðÓD¦@1 ÓuÚÒ­Y¥Ò½l{p # p"ƒ5õßïúš²›±Mš* ®ïÇ9 §Ø×ùâê̓Ϟzæã ëŸäâê ¤ª~q•ç>ã,ÿ¾à «ðH¸Ç³ žYàñ4ÍXÞ-œëº—uÏ^±ëZ %úzÅnµ'¢eÛ¶ÓlSt54 ¦Â !Ù'U HÀr™ ·: Êd,XG^ ®ÃK òk $›³b ïg+vh;ÏP8,ŠÝ80¡ p/J8s¹ °¼X8Û Beritaperbedaan industri asuransi dengan industri lainnya dalam menentukan tarif terbaru hari ini. Lihat informasi seputar perbedaan industri asuransi dengan industri lainnya dalam menentukan tarif terupdate yang telah kami kurasi untuk anda 3 Industri asuransi memiliki karakteristik yang berbeda dengan industri lainnya. Salah satu yang membedakan adalah dalam hal menentukan tarif. Pada saat menentukan tarif, sebaiknya harus memperhatikan beberapa faktor agar diperoleh tarif ideal. a. Jelaskan perbedaan tersebut! b. Jelaskan unsur-unsur apa saja agar dapat menetapkan tarif yang ideal. Beberaparesiko yang dulu tidak layak diasuransikan, sangat mungkin menjadi layak untuk diasuransikan jika perusahaan asuransi yang bisa menemukan cara baru untuk mengatasi resiko yang tidak layak tersebut. 2. Industri asuransi memiliki karakteristik yang berbeda dengan industri lainnya. Salah satu yang membedakan adalah dalam ham menentukan tarif. h2SDgbA. Organisasi perusahaan asuransi memiliki kekhususan kegiatan yang tidak dimiliki oleh perusahaan lainnya yaitu misalnya kegiatan underwriting-aktuaria, klaim, dan reasuransi – retrosessi. Karena kekhususannya itu, maka didalam perusahaan asuransi umumnya terdapat empat kegiatan utama, yaitu a. Kegiatan umum yang merupakan pendukung kegiatan utama seperti sumberdaya manusia, penyedia jasa dan sarana, kesekretariatan dan sebagainya. b. Kegiatan tekhnik yang merupakan kegiatan khusus perusahaan seperti misalnya Underwriting, yaitu kegiatan yang berkaitan dengan seleksi resiko yang ditawarkan kepada perusahaan asuransi. Termasuk juga menetapkan tingkat premi dan ketentuan-ketentuan lain yang akan dikenakan kepada calon tertanggung. Disamping itu, didalam kegiatan ini ditentukan jumlah nilai pertanggungan yang akan direasuransikan dan yang akan ditanggung sendiri retain Klaim, adalah kegiatan yang menyangkut penyelidikan, penilaian dan penyelesaian tuntutan ganti rugi yang diajukan oleh tertanggung. Untuk menilai apakah kerugian yang terjadi memang dijamin dalam polis dan untuk menilai besarnya kerugian yang sebenarnya, perusahaan asuransi sering dibantu oleh perusahaan penilai kerugian asuransi adjuster. Reasuransi-Retrosesi, merupakan kegiatan mengalihkan sebagian daripada resiko ke perusahaan asuransi lain atau ke perusahaan reasuransi reasuradur, sedangkan retrosesi adalah proses pemindahan kemabali sebagian resiko reasuradur ke perusahaan asuransi lain. Penempatan reasuransi dilakukan jika perusahaan asuransi menerima pertanggungan yang melebihi batas kemampuannya menanggung sendiri own retention limit. c. Kegiatan produksi dan pemasaran, sebagaimana perusahaan lain, dalam usaha untuk memperoleh pendapatan usaha, perusahaan asuransi melakukan aktivitas pemasaran seperti pengembangan produk, promosi, penjualan melalui perantara, serta membina hubungan dan komunikasi dengan konsumen. d. Kegiatan yang berkaitan dengan keuangan dan akuntansi. Kegiatan ini mencakup perencanaan atas kebutuhan dan sumber dana, serta pengalokasian dana. Tugas lain yang terkait adalah membuat laporan keuangan dan menyiapkan laporan analisis kondisi keuangan untuk dipergunakan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan atau oleh pihak lain misalnya pengawas untuk tujuan tertentu. Sebagaimana diketahui perusahaan asuransi sebagai lembaga keuangan mengumpulkan dana berupa premi dari masyarakat tertanggung melalui adanya pengalihan risiko dari masyarakat tertanggung tersebut kepada perusahaan asuransi. Dana premi yang terkumpul tersebut harus didayagunakan kedalam jenis-jenis investasi yang aman, likuid, dan menguntungkan. Artinya, perusahaan asuransi tersebut harus berusaha untuk selalu dapat memenuhi kewajibannya apabila timbul kerugian disamping harus berusaha mendapatkan laba yang optimum. Ketidakmampuan perusahaan asuransi memenuhi kewajibannya akan menimbulkan dampak serius bagi industri asuransi sendiri maupun bagi masyarakat luas. Sebagai lembaga bukan bank, perusahaan asuransi tidak diperkenankan memberi pinjaman atau kredit langsung kepada masyarakat kecuali dalam bentuk pinjaman polis bagi pemegang polis asuransi jiwa. Secara ringkas karakteristik perusahaan asuransi sebagai lembaga keuangan dapat diuaraikan sebagai berikut 1. Perusahaan asuransi melakukan kegiatan utama menerima risikodari masyarakat, dan untuk ini masyarakat diharuskan membayar sejumlah uang yang disebut sebagai premi asuransi. 2. Premi yang diterima diinvestasikan dalam jenis-jenis investasi yang aman, likuid, dan menguntungkan, sehingga perusahaan asuransi mampu memenuhi kewajiban-kewajibannya dan memberikan keuntungan yang maksimum. 3. Pada dasarnya perusahaan asuransi tidak dibenarkan menarik kredit atau meminjam dana untuk membiayai kegiatannya. 4. Karena jumlah pemegang polis asuransi relatif besar maka masyarakat tertanggung tersebut perlu dilindungi dari kemungkinan kerugian keuangan. Perlindungan ini dilakukan oleh pemerintah melalui Departemen Keuangan dalam bentuk pembinaan dan pengawasan. 5. Pengawasan dan pembinaan yang antara lain dilakukan dengan a. Menetapkan ketentuan mengenai persyaratan permodalan, penempatan deposit atas nama menteri keuangan untuk kepentingan perusahaan asuransi, kewajiban mengirimkan laporan dan mengumumkan neraca dan perhitungan laba rugi pada surat kabar agar diketahui oleh masyarakat. b. Menjaga agar kebijaksanaan investasi baik perusahaan asuransi jiwa maupun asuransi kerugian diarahkan pada jenis-jenis investasi yang aman dan menguntungkan. c. Mewajibkan perusahaan asuransi membentuk cadangan tekhnis, yang terdiri dari cadangan premi dan cadangan klaim, dalam usaha menjaga kemungkinan timbulnya kewajiban yang sifatnya tidak tentu. d. Mewajibkan perusahaan asuransi melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk menanggulangi keadaan tidak solven, misalnya mewajibkan pemegang saham menambah jumlah modal sampai pada keadaan dimana perusahaan mencapai tingkat kesolveannya. Daftar Pustaka Salim, A. Dasar-dasar Asuransi Principles of Insurance. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Satria, Salusra. 1994. Pengukuran Kinerja Kuangan Perusahaan Asuransi Kerugian Di Indonesia Dengan Analisis Rasio Keuangan “Early Warning System”. LP FE Universitas Indonesia. Jakarta. Tugas 2 Manajemen Risiko dan Tugas 2 berikut dapat mengcover risiko-risiko yang akan dihadapi. Jelaskan risiko-risiko yang dapatdicover oleh asuransi dan berikan dan jelaskan risiko yang tidak dapat dicover asuransi dan berikan asuransi memiliki karakteristik yang berbeda dengan industri lainnya. Salah satuyang membedakan adalah dalam hal menentukan tarif. Pada saat menentukan tarif, sebaiknyaharus memperhatikan beberapa faktor-faktor agar diperoleh tarif perbedaan unsur-unsur apa saja agar dapat menetapkan tarif yang diketik dengan huruf Times New Roman font 12 dan di-upload dalam format Pdf. padatempat yang disediakan. Hindari plagiasi, jika mengutip pendapat orang lain silakan yang dapat dicover oleh asuransi antara lainKerugian karena Risiko bisa ditentukan dan diukur, jika kerugian tidak bisa diukurmaka perusahaan asuransi tidak akan bisa membuat kontrak asuransi.Risiko yang mempunyai kemiripan dan banyak, salah satu persyaratan penting darisudut pandang perusahaan asuransi adalah risiko yang diasuransikan bisadiperkirakan dimuka. Perusahaan asuranu bisa memperkirakan lebih baik jika risikotersebut cukup banyak dan mirip satu sama lain.Kerugian harus terjadi karena ketidaksengajaan atau karena kecelakaan, risikomuncul karena adanya ketidak pastian. Jika ketidakpastian bisa dihilangkan, makatidak ada risiko, dan karenanya tidak akan ada asuransi. TUGAS 2 1. Asuransi dapat mengcover risiko-risiko yang akan dihadapi. Jelaskan risiko-risiko yang dapat dicover oleh asuransi dan berikan contohnya. 2. Identifikasi dan jelaskan risiko yang tidak dapat dicover asuransi dan berikan contohnya 3. Industri asuransi memiliki karakteristik yang berbeda dengan industri lainnya. Salah satu yang membedakan adalah dalam hal menentukan tarif. Pada saat menentukan tarif, sebaiknya harus memperhatikan beberapa faktor-faktor agar diperoleh tarif ideal. a. Jelaskan perbedaan tersebut. b. Jelaskan unsur-unsur apa saja agar dapat menetapkan tarif yang ideal. Jawaban 1. Meskipun asuransi memiliki peran yang besar dalam manajemen risiko, tidak semua risiko dapat diasuransikan. Berikut adalah risiko-risiko yang dapat dicover oleh asuransi a. Kerugian karena risiko bisa ditentukan dan diukur Sebagian bersar risiko dapat ditentukan dan diukur, namun pada kenyataannya mengukur risiko tidak semudah dibayangkan. Hal itu terkait dengan pendapat dari masing-masing pihak. Contoh yaitu perusahaan asuransi bersedia menanggung asuransi kesehatan. Risiko tersebut dapat ditentukan dan diukur dengan rekam medis dari pemegang polis dan dapat ditentukan besaran kerugiannya. b. Risiko yang mempunyai kemiripan dan banyak Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan oleh perusahaan asuransi adalah risiko tersebut dapat diperkirakan di depan. Perkiraan risiko akan lebih mudah ketika risiko tersebut sering terjadi dan identik satu dengan yang lain. Jika risiko tersebut jarang terjadi dan setiap kejadian memiliki karakter yang berbeda maka perusahaan asuransi akan menanggung risiko ketidakpastian juga. Contohnya adalah ketika perusahaan asuransi memberikan layanan asuransi kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja adalah risiko yang sangat sulit untuk diperkirakan. Namun pada praktiknya sering terjadi dan memiliki karakteristik yang mendekati pada setiap kejadian. Dalam hal ini perusahaan asuransi dapat memperhitungkan risikonya dengan mengelompokkan karakteristik dari kejadian tersebut. Lalu akan diketahui besarnya risiko dari pekerja pabrik dan pekerja kantoran akan berbeda. c. Kerugian yang besar Perusahaan atau individu akan mengasuransikan risiko yang memiliki potensi kerugian yang besar. Hal itu karena sesuai dengan prinsip manajemen risiko, jika risiko memiliki potensi kerugian yang kecil maka tidak perlu diasuransikan. Hal itu dikarenakan potensi kerugian yang kecil dapat ditanggung dari keuangan pribadi atau internal perusahaan dengan menyiapkan dana cadangan. Contohnya adalah kerugian akibat kebakaran yang tentunya memiliki kerugian yang besar sehingga perusahaan atau individu tidak dapat